Breaking News
You are here: Home / Festival / Sri Jagannatha Ratha Yatra Tabanan-Bali 2013

Sri Jagannatha Ratha Yatra Tabanan-Bali 2013

Sri Jagannatha Ratha-yatra ke-11 tahun 2013 kembali diadakan, tahun ini diselenggarakan di kota Tabanan, tepatnya Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta yang berjarak 200 meter dari Kantor Bupati Tabanan.

Hari pertama 12 juli 2013, diisi dengan program pada pagi hari hingga sore dengan menghias podium, mendatangkan kereta dari Denpasar, Badung, Gianyar, serta menghias bersama-sama. Malam sekitar jam 19.00 wita dimulai dengan pentas budaya seperti tarian, drama, musik bhajan dan kirtan yang diawali oleh kelas HH. Subhag Swami, yang menceritakan tentang kisah Ratha-yatra. Dilanjutkan dengan pembacaan sloka Bhagavad-gita oleh Prabhu Guna Avatara, baru setelah itu pentas budaya seperti tarian Bali, drama Krishna lila dan terakhir drama terbunuhnya putana dengan gaya sendratari.

Hari pertama malam ini cukup ramai dikunjungi sekitar ratusan penyembah dan masyarakat sekitar pun banyak yang ikut menonton, hingga kekurangan tempat duduk mereka pun berdiri untuk menontonnya.

Hari kedua 13 juli 2013. Kereta sudah siap, dan arca Jagannatha dari ashram ISKCON / SAKKHI berdatangan satu persatu menempati singgasana Mereka di panggung utama, dihias dengan begitu megah dan indah. Para tamu undangan sudah mulai berdatangan begitupula penyembah dari seantero jagat Bali, Java dvipa, Lombok Dvipa dll serta mancanegara berdatangan sekitar 1.000-an penyembah  dan masyarakat umum memenuhi Taman Makam Pancake Tirta. Stan prasadam dan pernak-pernik, buku-buku dijejali pengunjung.

Acarapun dimulai dengan beberapa sambutan dari Wakil Bupati Tabanan, Dharma Dhiaksya PHDI Pusat yang sangat mendukung terselenggaranya kegiatan seperti ini yang diselenggarakan oleh ISKCON di Indonesia atau SAKKHI di pusat kota Tabanan yang terkenal akan kemakmuran dan kesejahteraan dari beras.

Tepat pukul 14.00 siang Sri Jagannatha, Baladeva dan Subadra Devi diiring ke kereta dengan terlebih dulu menyanyikan Jaganntha Astakam disambut suara riuh penyembah yang hadir.

Start awal dimulai dari jalan Gajah Mada yang disepanjang jalan masyarakat menyaksikan kereta melewati pertokoan di sepanjang jalan kota Tabanan menonton arak-arakan festival ratha yatra ini dengan gembira hati mengambil foto merekan dengan kamera hp mereka, perjalanan ratha-yatra ini cukup panjang sekitar lima kilometer, sepanjang jalan menyanyi menari nama suci Hare Krishna dan Jaganntha. Meskipun terjadi macet panjang namun tidak sampai mengganggu lalu lintas kota Tabanan, hal ini terlihat dari pengemudi yang mengalami macet diberikan prasadam snack dan buah-buahan tersenyum manis penuh tanya? Akhirnya kereta Jagannatha berhenti sebentar di taman kota Tabanan untuk melakukan offering kepada Arca, dan menurut panitia ini atas permintaan pelinggsir Puri Agung Tabanan. Di taman kota ini kita menyanyi menari Hare Krishna satu jam, di bagi dalam 3 group di utara di tengah  dan di selatan. Bagian selatan dipimpin oleh Hh Kavicandra Swami Maharaja yang dari pertengahan perjalan Kereta Jagannatha terus memimpin kirtan. Para mataji yang bertugas menari terus menari sembari menanti para pujari di atas kereta selesai seva offering kepada Jagannatha.

Kemudian perjalanan kereta dilanjutkan kembali menuju ke Taman Pancaka Tirta, penyembah tetap bersemangat sepanjang jalan menyanyi dan menari nama suci Hare Krishna, anak-anak, tua muda meskipun terlihat kelelahan dan menahan rasa sakit karena perjalanan cukup jauh. Setibanya di Taman Pancaka Tirta penyembah menuju dapur umum untuk mendapatkan prasadam dan minuman gratis yang disediakan panitia, sehabis menempuh perjalan menarik kereta yang lumayan, Arca kembali ke singgasana Mereka di panggung utama, bhajan nama suci Hare Krishna berkumandang kembali, diikuti melakukan puja arati “sandya arati” dan setelah itu ada kelas oleh HH Kavicandra Swami. Pergelaran tari dan drama hingga pukul 21.00 wita menutup festival Jagannatha Ratha-yatra tahun ini.

Penyembahpun kembali berkemas pulang ke rumah masing-masing membawa rasa bhakti, kereta, Arca kembali ke ashrama Mereka, panitia sibuk membersihkan sekitarnya dari sampah dan merapikan perlengkapan hingga pukul 24.00 wita.

Jaya jagannatha, jaya kota tabanan berseri, terimakasih masyarakat Tabanan…haribolo

Sri Jagannatha Ratha-yatra to-11 in 2013 was again held, this year held in the town of Tabanan, precisely Heroes Cemetery pancak Tirta within 200 meters of the Office of Regent of Tabanan.

The first day of July 12, 2013, is filled with programs in the morning until the afternoon decorating the podium, bringing trains from Denpasar, Badung, Gianyar, and decorate together. Night around 19.00 pm starting with cultural performances such as dance, drama, music and bhajan kirtan initiated by HH class. Subhag Swami, which tells the story of Ratha-yatra. Followed by a reading of the Bhagavad-gita sloka by Guna Avatara Prabhu, just after the Balinese cultural performances such as dance, drama Krishna lila and killing Putana final drama in the style of ballet.

The first day of the night was pretty crowded around hundreds of devotees and the surrounding communities who watch too much, until the shortage of seats they had to stand and watch.

The second day of July 13, 2013. The train was ready, and the statue of Jagannatha ISKCON / SAKKHI the ashram arrive one by one they occupy a throne on the main stage, decorated with so majestic and beautiful. The invited guests began to arrive nor devotees from throughout the universe Bali, dvipa Java, Lombok Dvipa and foreign etc.’s coming around 1,000 devotees and the general public meet Pancaka Tirta Cemetery. Prasadam booth and knick-knacks, books crammed with visitors.

The program begins with a welcome from Vice Regent of Tabanan, Dharma Dhiaksya PHDI Center is very supportive of the implementation of these activities are organized by ISKCON in Indonesia or SAKKHI in downtown Tabanan famous for prosperity and welfare of rice.

Exactly at 14.00 noon Sri Jagannatha, Baladeva and Subhadra Devi escorted to the train by first singing Jagannatha Astakam roar greeted devotees in attendance.

Start early beginning of Gajah Mada street along the road watching trains pass through the shops along the city streets to watch the procession Tabanan ratha yatra festival’s heart with joy taking photos with cameras recording their hp, ratha-yatra trip is about five miles long, dancing along the street singing the holy names Hare Krishna and Jaganntha. Despite the long stalled but not to interfere with traffic Tabanan city, as seen from the driver jammed given prasadam fruit snack and sweet smile full of wonder? Jagannatha train finally stopped briefly in Tabanan city park to make offering to the statue, and according to the committee at the request of pelinggsir Puri Agung Tabanan. In the city park we sing Hare Krishna dancing an hour, in for the 3 groups in the north and in the south in the middle. The southern part of led by HH Kavicandra Swami Maharaja Train journey from the middle of the Jagannatha continue to lead the kirtan. Mataji in charge of the dancing continued dancing while waiting for the train finishes Pujari over seva offering to Jagannatha.

Then the train resumed journey toward Pancaka Tirta Garden, devotees stay motivated along the way singing and dancing Hare Krishna’s holy name, children, young and old, despite looking exhausted and bear the pain as it travels far enough. Arriving at the park Pancaka Tirta worshiper towards a common kitchen to get prasadam and free drinks provided by the committee, after taking a hefty train journey interesting, Arca They returned to the throne on the main stage, the holy names Hare Krishna bhajans reverberated back, followed by puja arati “Sandya arati ‘and after that there was a class by HH Swami Kavicandra. Dance and drama performances until 21.00 pm closing Jagannatha Ratha-yatra festival this year.

Devotees back home to pack each carrying a sense of bhakti, trains, Deity returned to the ashrama They, the committee is busy cleaning the surrounding of trash and tidy up supplies until 24.00 pm.
Jaya Jagannatha, jaya tabanan city glow, thanks Tabanan society … haribolo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>